Selasa, 03 Januari 2012


Pemisahan Campuran


Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan. Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia.

Proses pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode. Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada fasa komponen penyusun campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu fasa) atau campuran heterogen (lebih dari satu fasa). Suatu campuran heterogen dapat mengandung dua atau lebih fasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil pemisahan yang diinginkan.

Pemisahan zat padat dari zat cair

Pemisahan zat padat yang tidak larut dalam zat cair :

1. Dekantasi



Dekantasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir


2. Filtrasi (penyaringan)


Filtrasi adalah operasi campuran yang heterogen antara fluida dan partikel-partikel padatan yang dipisahkan oleh media filter yang meloloskan fluida tetapi menahan partikel-partikel padatan. Proses pemisahan zat berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Contohnya adalah pemisahan kapur dalam air (Kapur disebut residu dan air disebut filtrat).

Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan akan terendapkan. Range filtrasi pada industri mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks.

Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media berpori. Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong, misalnya ; gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae.

Pemisahan zat padat yang larut dalam zat cair

1. Penguapan (evaporasi)

Penguapan (evaporasi) atau sering dikenal dengan kristalisasi yaitu metode yang memisahkan zat padat yang terlarut dalam larutan.

2. Destilasi


Penyulingan (destilasi) adalah metode memisahkan zat cair dari campuran zat padat dan zat cair atau campuran dari banyak zat cair yang berbeda titik didhnya. Untuk campuran yang ke dua, dilakukan dengan destilasi bertingkat.
  1. Destilasi atau penyulingan adalah suatu proses penguapan yang diikuti pengembunan. Didasarkan atas perbedaan titik didih yang jauh lebih tinggi. Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Contoh : pengolahan air tawar dari air laut.
  2. Destilasi bertingkat yaitu untuk memisahkan dua jenis cairan yang sama-sama mudah menguap. Destilasi bertingkat adalah proses destilasi yang dilakukan berulang-ulang. Proses ini terjadi pada kolom fraksionasi. Contoh : Pemisahan campuran alcohol dengan air, pemurnian minyak bumi yaitu memisahkan gas, bensin, minyak tanah, dsb, dari minyak mentah.


3. Kristalisasi

Kristalisasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. Kristalisai dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut. Contoh : Pemisahan campuran air dan garam, pemisahan gula dari tebu, pemurnian garam dapur dilakukan dengan rekristalisasi yaitu garam dilarutkan ke dalam air bersih kemudian disaring, filtratnya kemudian dikristalkan

Pemisahan zat padat dari zat padat

1. Kristalisasi bertingkat

Pengerjaan teknik laboratorium yang berdasarkan perubahan suhu secara bertahap yang digunakan untuk memurnikan zat-zat dari kotoran hasil samping reaksi.

2. Sublimasi

Sublimasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim. Contoh : Pemisahan campuran kotoran dalam kapur barus. pemisahan iodin dari campurannya dengan pasir.

3. Melarutkan dan menyaring

Kromatografi


Kromatografi adalah metode memisahkan zat pewarna. Kromatografi adalah Cara pemisahan dimana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara dua fase yaitu fase stationer (tetap) dan fase mobil (bergerak). Contoh : Kromatografi kertas untuk memisahkan zat warna pada tinta. Air dalam gelas (fase tetap), air dalam kertas saring (fase mobil).

0 komentar:

Poskan Komentar